Jl. Kaliurang KM 7 No. 12, Sleman, D.I. Yogyakarta 55581 Setiap hari, 05.00 – 21.00 WIB
Beranda / Sejarah Masjid

Perjalanan Kami

Sejarah Masjid Manarfa Nafsahu

Perjalanan Masjid Manarfa Nafsahu dari musala sederhana hingga menjadi rumah ibadah dan pusat kegiatan umat.

Sejarah Singkat

Dari musala kecil menjadi rumah ibadah warga

Berawal dari tanah wakaf seorang warga, awal 1990-an warga mendirikan musala kecil berukuran 8 × 10 meter. Seiring bertambahnya jamaah, musala tak lagi menampung shalat Jumat dan kegiatan pendidikan anak.

Pada tahun 1998, warga sepakat membentuk Panitia Pembangunan Masjid yang pertama. Gotong royong dimulai: sebagian warga menyumbang material, sebagian lain tenaga. Masjid kemudian berdiri sederhana dengan dinding bata merah tanpa keramik.

Tahun 2010 masjid direhabilitasi: lantai dikeramik, tempat wudhu diperluas, dan ruang kelas TPA ditambahkan. Sejak saat itu kegiatan keagamaan terus tumbuh hingga kini lebih dari delapan kajian rutin setiap bulan.

Pada tahun 2024 takmir dan warga membentuk kembali Panitia Pembangunan periode 2024 – 2027 untuk melanjutkan perluasan ruang utama, pembenahan area parkir, dan penguatan sarana dakwah. Pembangunan dilakukan bertahap, dengan laporan keuangan yang disampaikan kepada jamaah secara berkala.

Halaman Masjid Manarfa Nafsahu

Sekilas

Masjid Manarfa Nafsahu

Tonggak Sejarah

Perjalanan dari masa ke masa

1992

Musala Pertama

Warga bergotong royong membangun musala sederhana di atas tanah wakaf seluas 850 m².

1998

Panitia Pembangunan Dibentuk

Takmir dan warga membentuk kepanitiaan pertama untuk membangun masjid permanen.

2005

Masjid Diresmikan

Ruang utama masjid selesai dibangun dan mulai digunakan untuk shalat Jumat.

2010

Rehabilitasi & Ruang TPA

Lantai dikeramik, tempat wudhu diperluas, dan ruang kelas TPA ditambahkan.

2024

Periode Pembangunan 2024–2027

Panitia baru dibentuk untuk melanjutkan perluasan ruang utama dan penataan sarana.

Lanjutkan Perjuangan

Menjadi bagian dari sejarah masjid ini

Pembangunan masjid berjalan bertahap dari donasi jamaah. Setiap kontribusi — sekecil apa pun — akan tercatat sebagai amal jariyah.